cahjawa’s Weblog











Simple Plan, grup musik asal Kanada kini menelorkan album ketiganya. Album bertajuk self titel, SIMPLE PLAN ini mengusung sebelas lagu-lagu mereka. Di album ketiga ini, grup yang digawangi Pierre Bouvier (vocal), Jeff Stinco (guitar), Chuck Comeau (drum), Sébastien Lefebvre (guitar-vocal) David Desrosiers (bass), masih mengusung aliran musik yang sama, pop-punk, hanya kali ini meluncurkan irama beda dari dua album sebelumnya.

Grup ini masih membawa trademark kor besar mereka lewat tembang Hold On dan When I’m Gone, yang dipilih sebagai single pertama album ini. Sedang lagu I Can Wait Forever meluncurkan kekuatan lagu balada, membuat pendengar mungkin bertanya-tanya suara vokalis grup ini, Pierre Bouvier mungkin lebih merefleksikan isi dari lagu ini pada dirinya sendiri.

Dalam tembang Your Love Is a Lie dan No Love grup ini sepertinya ingin mengungkapkan segala tentang komitmen mereka untuk mempertahankan aliran emo/pop-punk dengan lirik mengasihani diri sendiri dan keputusasaan pada umumnya. Tapi ini tak akan terjadi kalau Anda akan duduk diam dan ikut bernyanyi sepanjang lagu-lagu ini diputar.

Tembang-tembang lain seperti Take My Hand – yang terdengar sangat catchy, Generation – yang dilengkapi synth intro, Time To Say Goodbye – yang khas dengan irama pop-punk mereka, dan semuanya patut untuk didengarkan.

Sepertinya, lewat album self title ini Simple Plan berencana membuat para pendengar ikut menyanyi dan bergoyang diiringi lagu-lagu mereka. Dengan strategi sederhana ini, Simple Plans berupaya memasarkan album barunya dengan lebih efektif.



Puspa, kelahiran Gianyar 15 Maret 1982, pada peluncuran albumnya, SOMEDAY, berisi 14 lagu, di Sector Bar, Sanur, Senin (7/4) malam, mengaku sudah lima tahun menunggu kesempatan yang akhirnya bisa tercapai itu.

“Saya telah menekuni satu per satu lagu-lagu yang akhirnya menjadi album ini sejak sebelas tahun lalu. Kesempatan meluncurkan album yang saya harapkan sudah tercapai lima tahun lalu, baru terwujud malam ini,” ucapnya.

Penyanyi dengan latar belakang penari klasik Bali itu tampil lincah dan memukau. Ia bergerak dengan gaya tari klasik yang didominasi gerakan bahu dan tangan bagai burung terbang.

Para penonton yang hadir tak henti-henti memberi sambutan tepuk tangan, meski saat mengawali menyanyikan lagu-lagunya terlihat demam panggung, hingga vokalnya kurang jelas, terkalahkan iringan musik.

Dari 14 lagu, Puspa menyanyikan separuhnya. Vokalnya mulai terdengar berkelas ketika menyanyikan lagu Arabica, Bali Menari, Berjanjilah dan Bom Bom yang bernuansa riang gembira.

Vokal dan kelincahannya dinilai mirip Anggun. “Meski mirip Anggun, Puspa ya tetap Puspa. Ia memiliki kelebihan dalam perpaduan gerak tari yang begitu menonjol,” kata Peter Heckmann.

Bakat menyanyi pada diri Puspa awalnya ditemukan oleh Kevin Bird, pimpinan Bird Porduction, saat berkunjung ke Pulau Dewata untuk pembuatan sebuah film. Kevin kemudian meminta orang kepercayaannya, Peter Heckmann, untuk mengembangkan bakat terpendam pada diri Puspa yang semula dikenal sebagai penari klasik.

Komposer yang pernah terlibat dalam pengerjaan proyek Depeche Mode, Duran Duran, Enya, T.A.T.U., Ultravox, Hans Zimmer, hingga Boney M itu pun jatuh cinta pada potensi bakat menyanyi pada diri Puspa.

Bird Production bersama Peter Heckmann kemudian mengerahkan kolaborasi multi bintang, dengan melibatkan Dewa Budjana, Balawan, Gus Mantra, Deni Lolot, dan lainnya hingga Puspa menghasilkan album berisi 14 tembang tersebut.



Begitulah sepenggal lirik kontroversial lagu Gosip Jalanan milik Slank. Gara-gara lagu ini, Kaka cs kini jadi sorotan tajam anggota dewan. Sejatinya, lagu tersebut diambil dari album PLUR di tahun 2004. Baru ada masalah saat lagu tersebut dibikin dalam album kompilasi Slank anti-korupsi.

Dan sampai saat ini pun sebenarnya belum ada tindakan apapun dari para wakil rakyat terhormat tersebut. Jadi Slank merasa tak perlu ‘kebakaran rambut’, kalau mereka saja tak ‘kebakaran jenggot’.

Dalam preskon di mabes Slank, Gang Potlot 3, Selasa (8/4) sore, Bimbim secara santai mengatakan kalau hal semacam itu tidak benar, kenapa mereka harus ‘kebakaran jenggot’.

“Saya pikir terlalu kecil untuk diributkan, kita komit untuk tidak komitmen. Ya, terserah masyarakat yang bisa menilai,” katanya kalem.

Bahkan Bimbim mencoba membandingkan saat di era Soeharto, kritik semacam itu damai-damai saja, sebaliknya di era reformasi penuh kebebasan berekspresi malah sebaliknya.

“Tapi ini resiko, buat kritik pasti suatu saat ada yang tidak terima. Kita hanya merasa risau selama 20 tahun buat lagu bertema sosial, belum pernah ditegur seperti ini,” ujar Bimbim.

Kalaupun nanti terjadi pencekalan karena dianggap melanggar kode etik, Slank akan menyerahkan saja semua penilaian pada masyarakat. “Kita sebagai seniman hanya menyampaikan saja,” kata salah satu personel asli Slank ini.



“Karena banyak belajar dari dia, aku sudah berhenti merokok dan minum alkohol. Sekarang aku berprinsip ‘simple life with simple problem’,” kata Giring, saat ditemui di pengajian 40 hari Gito Rollies di Rempoa, Tangerang, Banten, Senin (7/4) malam.

Sayangnya, Giring belum pernah bertemu dengan idolanya itu. Padahal, Gito juga mengidolakan Giring dan sebelum meninggal sudah berusaha bertemu dengan vokalis berambut kribo itu.

“Aku tahu bahwa almarhum ingin sekali bertemu aku. Aku tahu dari beberapa orang. Tapi, saat itu memang belum sempat. Istri Om Gito, Michelle, juga menelepon. Rasanya menyesal sekali,” kata Giring.



Para personil Duran Duran, Simon LeBon (vokal), Nick Roches (kibor), John Taylor (bas) dan Roger Taylor (drum) terlihat enerjik di atas panggung. Lagu The Valley yang diambil dari album terbaru mereka, RED CARPET MASSACRE menjadi nomor pembuka konser.

Selama dua jam mereka membawakan 20 lagu yang komposisinya seimbang antara lagu-lagu di tahun 80-an hingga 90-an. The Union of the Snake, The Reflex, Came Undone membuat penonton tidak henti bergoyang dan bertepuk tangan mengikuti hentakan musik.

Duran Duran konser di atas panggung besar yang didominasi warna hitam. Di bagian dinding panggung terdapat gambar gedung-gedung bertingkat dan tata cahaya yang megah.

Dalam hal kostum Simon, John, dan Roger kompak dengan kostum warna hitam, sedangkan Roches memakai kemeja putih dipadu bawahan hitam.

Penampilan paling menonjol dan mendapat tepuk tangan paling meriah adalah permainan bas John Taylor. Besutan basnya terdengar cepat sambil terus berjingkrak dan berlarian di atas panggung.

“Secara keseluruhan mereka mampu mengajak penonton bernostalgia dengan lagu-lagu tahun 80-an. Sebagian besar lagu hitsnya dibawakan sehingga penonton bersemangat menonton sambil ikut menyanyi,” kata pengamat musik Denny Sakri usai konser.

Amat Prima

Denny juga memuji permainan musik dan stamina para personil Duran Duran tampak sangat prima selama dua jam konser.

“Simon kualitas vokalnya sangat bagus meski dua jam menyanyi terus, John juga main bagus. Sayangnya gebukan drum Roger kurang tenaga, sehingga suara musiknya kurang seimbang,” katanya.

Dibandingkan konser Duran Duran di Jakarta 1994, Denny mengatakan kali ini Simon dan kawan-kawannya lebih percaya diri. Mereka membawakan lagu-lagu sendiri, sedangkan dalam konser sebelumnya masih membawakan lagu kelompok lain seperti Nirvana dan The Doors.

Sejumlah penonton ditemui usai konser menyampaikan beragam tanggapan. Sebagian besar menilai Duran Duran masih setia dengan aliran musik mereka, yang terdiri dari ‘new wave’, glam rock, dengan sentuhan disko dan rock.

“Lagu-lagu barunya juga sangat bagus, ‘beat’-nya masih kental dance dicampur rock yang terasa banget,” ujar seorang penonton asal Jakarta Timur, Oxalis.

Kedatangan Duran Duran di Jakarta merupakan bagian dari tur dunia dan promo album ‘Red Carpet Massacre’. Konser mereka kali ini merupakan yang kedua di Jakarta setelah konser pertama mereka pada 1994.

Duran Duran berdiri pada tahun 1978 dan berhasil memopulerkan aliran ‘new wave’ yang sebelumnya tidak terlalu dikenal, hingga akhirnya menjadi salah satu aliran musik yang menginspirasi banyak musisi dunia.

Selama tiga dekade mereka telah berhasil menempatkan 21 lagu mereka di tangga lagu Billboard Hot 100 dan 30 lagu di deretan Top 40 di Inggris. Penjualan album mereka selama itu mencapai 85 juta keping.

Setelah Jakarta Duran Duran akan melanjutkan tur dunia ke Manila, Hongkong, Tokyo, Korea, dan Amerika Serikat.



{Maret 10, 2008}   banjir

Di jakarta saat ini sudah mulai lagi bencana banjir yang melanda ibu kota ,akibat masyarakat yang membuang sampah sembarangan,hal ini yang jadi pemicu banjir di jakarta yang meresahkan warga,oleh karena itu di jakarta akan dibuat ,kanal-kanal yang digunakan untuk menyimpan air hujan agar tidak meluap ke sungai-sungai dan mengontrol volume air.



{Maret 5, 2008}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



dan lain-lain
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.